post

Masakan Khas Flores ( Special Local Foods)

Berbagai hidangan masakan khas Flores di sajikan sejak jaman nenek moyang dahulu hingga saat ini masih tetap dilestarikan dan dinikmati karena memiliki cita rasa yang berbeda dan mengandung banyak karbohidrat,protein serta kandungan lainnya yg bermanfaat bagi tubuh. karena memang semua bahan diolah dari hasil ladang masyarakat yg masih belum mengenal pestisida.

uta tabha ( dalam bahasa Bajawa ) atau Tabha Lame ( dalam bahasa Keo ), menu yang terdiri atas bahan-bahan lokal yang dicampur menjadi satu. Bahan dasar uta tabha / tabha lame adalah jagung (sae, dalam bahasa Ngada) atau beras jagung (dhea sae), kacang merah (boji), labu siam kuning (besi), ubi jalar merah (dhao), daun pepaya muda (uta padu), kelapa, dan garam.

PROSESI JUMAT AGUNG-SEMANA SANTA

Prosesi Jumat Agung yang sangat populer disebut SEMANA SANTA merupakan even tahunan di kota Reinha Rosari Larantuka-Flores Timur. Ini adalah salah satu warisan Portugis yang masih bertahan hingga era Modern dan sekaligus sebagai pristiwa Sakral bagi umat Kristiani dimana Sang Penebus dosa(Yesus Kristus) memnderita hingga wafat di kayu salib. Prosesi ini dibagi menjdi dua bagian,yakni pagi hari dilakukan prosesi Patung Tuan Manino dari Kapelnya melalui laut dengan menggunakan sejumlah kapal nelayan menuju kapel Tuan ANA dan Tuan MA. Sore hari dimulai tepat pkl 15.00 dilakukan prosesi puncak yakni perarakan salib Tuhan Yesus melewati 14 stasi mengelilingi jantung kotra Reinha.

jumat

Tinju Bersarung Tulang dan Paku ( Etu )

Etu adalah seremonial pagelaran tinju adat bertujuan menguji kejantanan antara pemuda di Kabupaten Nagekeo.” Etu ” yang artinya tinju adat dalam bahasa Lokal. Etu atau tinju adat ini berbeda dengan tinju konvesional. Para petarung menggunakan kepo  sebagai sarung tinjunya dan terbuat dari anyaman ijuk yang berisikan tulang dan terkadang paku, petarung hanya boleh memukul lawannya dengan tangan yang memakai kepo tersebut sedangkan tangan satunya hanya digunakan untuk menangkis.

Rangkuk Alu: tarian bambu khas Manggarai

Kekayaan alam Indonesia sepadan dengan keaneka ragaman adat serta budayanya. Ragam tari hingga baju tradisional merupakan identitas dari masing-masing daerah di Indonesia. Salah satu Pulau yang masih memelihara budaya dan adatnya adalah Nusa Tenggara Timur. Selain menyimpan tempat wisata yang eksotik nan cantik, pulau ini juga masih melestarikan tarian tradisionalnya, yaitu Tari Rangkuk Alu. Nah, tari ini tercipta dari permainan tradisional yang ada di Manggarai. Salah satu kampung yang masih melakukannya adalah Kampung Cecer.